31 Oktober 2022

SINGAPURA – Bepergian membutuhkan keberanian, terutama saat mencoba makanan baru di luar negeri.

Meski bahan dasar seperti daging atau sayur-sayuran bersifat universal dalam masakan populer, namun perbedaan bumbu dan aroma yang dihasilkan setiap masakan bisa membuat traveler terkejut.

Namun di Singapura, mereka yang memiliki selera paling cerdas sekalipun tidak perlu takut.

Dikenal sebagai perpaduan Asia karena perpaduan sejarah, budaya, dan seninya, pilihan kuliner Singapura juga memanjakan para pecinta kuliner dengan variasinya yang tiada habisnya.

Dari cita rasa camilan cepat dari pedagang kaki lima di perjalanan, hingga hidangan rumit yang disajikan di restoran mewah, hidangan negara kepulauan ini membawa sedikit cita rasa yang memadukan masakan Asia Tenggara serta pengaruh Tiongkok, Jepang, dan India.

Warga Singapura bangga dengan pusat jajanan mereka, aula terbuka yang luas dengan puluhan kedai makanan yang menjual hidangan populer dengan harga terjangkau.

Bagi wisatawan, pusat jajanan adalah tempat untuk makan seperti warga lokal dan menemukan kuliner Singapura yang nikmat.

Pastikan Anda memiliki uang tunai jika berencana mengunjunginya, karena sebagian besar kios tidak menerima kartu kredit.

Kaya toast di Ya Kun Kaya Toast di Funan Mall, Singapura (Kim Hae-yeon/ The Korea Herald)

Kaya bersulang

Salah satu camilan sarapan yang paling dinikmati di Singapura adalah kaya toast.

Asal usulnya dimulai pada abad ke-19, ketika imigran Hainan yang bekerja sebagai juru masak di kapal dan rumah Inggris mengadaptasi apa yang disajikan di tempat kerja selama periode Permukiman Selat. Sarapan ala Inggris berupa selai buah ala Barat berubah menjadi roti panggang kaya di awal abad ke-20.

Kaya spread secara tradisional terbuat dari santan, gula, telur utuh, dan daun pandan.

Pada jam 8 pagi di akhir pekan, terjadi antrian di restoran Ya Kun Kaya Toast, salah satu toko roti kaya paling terkenal di Singapura, yang telah beroperasi selama lebih dari 70 tahun.

Tersedia pilihan teh susu atau kopi hitam dan semangkuk kecil telur rebus disajikan bersama roti panggang.

Sambil menunggu roti panggang, ada yang sekadar menyeruput telur ke dalam mangkuk, ada pula yang mengambilnya, menambahkan kecap dan merica ke dalam telur.

Selai kayak hijau pucat dalam jumlah banyak dan sepotong mentega dingin diperas di antara dua potong roti panggang.

Dengan rasa manis yang pas, roti panggang kaya akan memberi Anda semangat melewati pagi yang panas dan lembap hingga waktu makan siang, terlebih lagi dengan kopi pahit sebagai pendampingnya.

Mie Singapura dengan udang di Blanco Court Prawn Mee (Kim Hae-yeon/ The Korea Herald)

Mie udang Singapura

Setelah roti di pagi hari, mie bisa menjadi makan siang yang enak.

Saat makan siang, Blanco Court Prawn Mee, yang terletak di Haji Lane yang trendi, dipenuhi oleh berbagai turis dan anak muda.

Ada beberapa jenis mie yang bisa dipilih – kway teow, bihun, atau bee hoen kental. Dengan pilihan kering atau sup, topping udang jumbo menjadi ciri khasnya.

Bihun Singapura seringkali berwarna kuning karena bubuk kari digunakan dalam resepnya.

Terdapat beragam pandangan mengenai asal usul mereka yang sebenarnya, namun sebagian besar percaya bahwa mereka berasal dari Hong Kong, terinspirasi oleh pengaruh Indo-Tiongkok.

Pecinta daging bisa menambahkan iga babi dan ekor babi.

Pada hidangan mie versi sup, minyak udang mentega dioleskan dengan lembut ke dalam saus berwarna coklat tua, memberikan rasa bersahaja dengan rasa manis alami.

Beberapa sendok sup lagi membawa pulang rasa pedasnya, yang berasal dari bawang goreng dan paprika yang digunakan dalam resepnya. Bagi yang ingin versi lebih pedas bisa menambahkan saus sambal Malaysia atau irisan cabai merah.

Nasi char siu di Hawker Chan di Chinatown, Singapura (Kim Hae-yeon/ The Korea Herald)

Nasi char siu

Jalan-jalan ke Singapura belum lengkap tanpa nasi.

Char siu adalah daging babi panggang ala Kanton.

Char siu renyah di luar, juicy dan kenyal di dalam.

Cara memasak dan saus yang menyatu dengan daging inilah yang membuat char siu unik.

Meskipun hidangan ini berasal dari provinsi Guangdong di Tiongkok, Singapura memiliki salah satu restoran char siu paling terkenal di dunia.

Restoran Hawker Chan di Chinatown menerima bintang Michelin pada tahun 2016 dan meskipun restoran tersebut belum masuk daftar panduan Michelin selama dua tahun berturut-turut sejak tahun 2021, keluarga dan pekerja kantoran masih mengantre panjang untuk mendapatkan char siu dengan pilihan nasi atau sederhana. Mie.

Kecap karamel khas buatan sendiri menutupi kulit perut babi yang renyah. Dagingnya sendiri rasanya asin dan manis, sehingga cocok dipadukan dengan semangkuk nasi putih.

Char siu juga bisa dipesan dengan mie telur atau bao (roti kukus).

SGP Prize

By gacor88