Usia pengawasan (ilegal).

20 Juni 2023

JAKARTA – Kita tidak bisa terlalu menekankan keseriusan tuduhan yang dibuat oleh kelompok pengungkap fakta (whistleblower) Indoleaks bahwa pemerintah mungkin telah menggunakan spyware secara ilegal untuk mengintai warga negaranya sendiri.

Bukan hal yang aneh bagi negara-negara modern untuk memiliki alat pengawasan untuk tujuan keamanan. Teknologi membuat dunia menjadi lebih kecil, dan ancaman keamanan siber baru bermunculan setiap hari, sehingga menciptakan tantangan keamanan baru. Penting bagi negara untuk memiliki teknologi untuk mengatasi tantangan-tantangan ini.

Namun, hal ini tidak memberikan kekuasaan penuh kepada pemerintah untuk melanggar privasi kami. Kita harus memiliki peraturan yang jelas dalam mengatur penggunaan teknologi pengawasan, yang kini semakin canggih dan canggih, sehingga semakin rentan terhadap penyalahgunaan.

Laporan Indoleaks bukanlah hal yang mengejutkan. Lembaga pemikir keamanan digital yang berbasis di Toronto, CitizenLab, sebelumnya menuduh pemerintah menggunakan program spyware yang disebut FinFisher untuk mengintip warga negaranya pada tahun 2016. Spyware tersebut, yang diproduksi oleh Lench IT Solutions, telah banyak digunakan oleh rezim yang represif.

Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), yang diperluas pada tahun 2017 menjadi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) adalah klien spyware tersebut, menurut CitizenLab. Badan tersebut menggunakan server Australia untuk menyamarkan operasi pengawasannya di Indonesia.

Selain FinFisher, Indonesia dituduh menggunakan dua program spyware canggih lainnya: Predator dan Circles.

Laporan CitizenLab menunjukkan bahwa server yang diyakini sebagai pelanggan Circles adalah milik PT Radika Karya Utama, sebuah perusahaan teknologi yang memenangkan setidaknya dua kontrak untuk menyediakan “sistem peretasan zero-click” yang dapat diperoleh Polri. Polisi, menurut laporan IndoLeaks, mengaku telah menggunakan teknologi zero-click untuk tujuan keamanan, namun menolak memastikan apakah mereka menggunakan spyware seperti Predator, Circles, atau Pegasus.

IndoLeaks menduga Pegasus, spyware zero-click kuat yang diproduksi oleh kelompok NSO terkenal, telah digunakan oleh aparatur negara setidaknya sejak tahun 2018. Mereka menemukan bukti potensi pengiriman peralatan jaringan dari Q Cyber ​​​​​​Technologies, perusahaan induk NSO, ke Indonesia melalui London untuk mendukung kecurigaannya.

NSO Group dan perusahaan spyware global lainnya mengklaim bahwa mereka menjual produk mereka hanya kepada lembaga pemerintah dan hanya untuk tujuan keamanan dan keselamatan publik. Namun, organisasi hak asasi manusia menemukan bahwa spyware telah digunakan oleh pemerintah yang represif untuk melacak aktivis, jurnalis, dan kelompok oposisi guna menekan suara-suara kritis.

Effendi Simbolon, anggota Komisi Keamanan DPR, mengatakan Laju pada tahun 2020 negara menggunakan Pegasus untuk memburu kelompok teroris selama Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah, pada tahun 2016. Outlet berita Israel Haaretz juga melaporkan pada tahun 2018 bahwa Pegasus digunakan di Indonesia untuk pengawasan kelompok lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer (LGBTQ).

Sangat mengkhawatirkan melihat betapa hancurnya demokrasi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pengungkapan terbaru IndoLeaks menunjukkan bahwa lembaga penegak hukum kita, yang tidak kebal terhadap kepentingan politik atau kooptasi oligarki, terus meningkatkan kemampuan mereka untuk memata-matai warga negara.

Kami menuntut transparansi penuh dari pemerintah mengenai apakah dan sejauh mana spyware telah digunakan, legal atau tidak. Pertanyaan utama yang muncul dari pengungkapan IndoLeaks adalah apakah hak-hak sipil kita telah diinjak-injak, belum lagi bahaya bahwa alat-alat ini akan digunakan dalam upaya untuk mempengaruhi pemilu tahun 2024.

Kami menyerukan kepada para pembuat kebijakan untuk secara ketat dan transparan mengatur penggunaan program-program yang ampuh ini untuk mencegah penyalahgunaan dan mengaudit perusahaan-perusahaan yang dikontrak untuk menggunakannya. Teknologi spyware hanya akan semakin canggih, itulah sebabnya peraturan yang kuat harus ada sekarang.

Jika tidak, kita membiarkan diri kita rentan terhadap distopia.

Pengeluaran SGP

By gacor88