31 Maret 2023

JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus berupaya mencapai masa depan yang lebih berkelanjutan dengan menerapkan inisiatif mereka yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang digariskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kumpulan tujuh belas tujuan yang saling berhubungan, beberapa di antaranya tampaknya diperlukan untuk menjamin masa depan negara yang lebih baik; termasuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan masyarakat dan aksi iklim.

Koordinator Ahli Sekretariat Nasional Implementasi SDGs, Yanuar Nugroho menegaskan, Indonesia terus berupaya mempercepat pencapaian SDGs. Pernyataan tersebut disampaikan pada 3rd ASEAN Forum on SDGs bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional di Bangkok pada Kamis (30/3/2023).

Bersama Yanuar, forum tersebut juga dihadiri oleh tim pertemuan pejabat senior bidang pembangunan pedesaan dan pemberantasan kemiskinan (SOMRDPE) dari desa, daerah tertinggal dan kementerian transmigrasi: Ivanovich Agusta, Fince Decima Hasibuan, Theresia Junidar, Sudarti dan Yoga Siddharta.

. (./.)

“Selama tujuh tahun implementasi SDGs, Indonesia telah mengembangkan beberapa kebijakan untuk mempercepat pencapaiannya. Mulai tahun 2023, pemerintah memperbarui peraturan untuk mempercepat pencapaian SDGs, memperkuat peran pemerintah provinsi. Kemitraan inklusif antara aktor negara dan non-negara juga diperkuat melalui pengembangan rencana aksi SDGs dan tim koordinasi nasional dan sub-nasional. Pusat keuangan yang inovatif juga sedang dibuat,” jelas Yanuar.

Memberikan update mengenai proyek tersebut, ia mengatakan Indonesia telah memprioritaskan 124 dari 169 target SDG dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Rencana tersebut mencakup pengentasan kemiskinan pada tahun 2024, antara lain dengan memberikan bantuan tunai bersyarat. Inisiatif ini bertujuan untuk berkontribusi terhadap upaya penanggulangan disabilitas melalui Strategi Nasional Percepatan Pengurangan Disabilitas.

Indonesia juga berupaya mempercepat transformasi digital nasional di bidang kesehatan dan pendidikan dengan mengintegrasikan data rekam medis dan layanan kesehatan serta mengatasi ketimpangan akses terhadap pendidikan melalui peningkatan infrastruktur, teknologi, dan reformasi kebijakan, tambahnya.

Ia mencatat, Indonesia tumbuh sebesar 5,31 persen pada tahun 2022, melebihi target pemerintah sebesar 5,2 persen. Yanuar menuturkan, hasil tersebut berkat upaya yang terkoordinasi dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Di antaranya menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pasar dalam negeri dengan memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan investasi melalui kebijakan transformasi ekonomi, meningkatkan produktivitas, sumber daya manusia, dan penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, pemerintah juga melakukan reformasi sektor keuangan melalui kerangka regulasi, membangun industri hilir, pemberdayaan sumber daya manusia, dan mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian melalui pembentukan kawasan ekonomi khusus pariwisata.

Untuk menegaskan kembali komitmen negara dalam mencapai SDGs, pemerintah mengintegrasikan kebijakan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional, sehingga memainkan peran integral dalam dimensi lingkungan hidup. Untuk mendampingi keberhasilan tersebut, pemerintah mempunyai agenda nasional yang ringkas dan mempunyai sasaran, sektor, dan lokasi yang jelas dalam agenda pembangunan nasional dalam kebijakannya.

Selain itu, telah dikembangkan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi sebagai arah kebijakan yang fokus pada koordinasi tindakan pencegahan korupsi di dalam negeri. Masalah khusus ini telah menjadi fokus utama yang menentukan pertumbuhan negara. Meskipun Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia menunjukkan kemajuan yang stabil dari tahun 2018 hingga 2021, skor tersebut turun empat poin pada tahun 2022, sehingga skor Indonesia saat ini berada pada angka 34/100 dan berada di peringkat 110 dari 180 negara yang disurvei.

Terakhir, data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase pemegang akta kelahiran bagi kelompok usia 0-17 tahun di antara 40 persen penduduk berpenghasilan rendah, yang mencerminkan perbaikan dalam pencatatan sipil dan pengelolaan data kependudukan. Pemerintah telah mengembangkan pedoman di tingkat nasional dan daerah untuk mempercepat layanan pencatatan sipil dan statistik vital.

Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, juga mempercepat pencapaian SDGs melalui arahan kebijakan SDGs kementerian. Pembangunan dilakukan di tingkat desa untuk kepentingan semua orang. Menteri menekankan bahwa pendekatan inklusif melalui partisipasi semua tingkatanlah yang mengarah ke tingkat nasional, dan pada akhirnya dampak global yang dituju akan dimulai.

Artikel ini diterbitkan bekerja sama dengan Kementerian Kota, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

link alternatif sbobet

By gacor88